Blimbing (12/08/2026)— Pemerintah Desa Blimbing melaksanakan kegiatan Rebug Stunting dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting tingkat desa pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Blimbing tersebut dihadiri oleh seluruh kader Posyandu Desa Blimbing, perangkat desa, PKK Desa Blimbing, serta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mandiraja, dan dimeriahkan oleh Mahasiswa KKN 68 Uin Saizu Purwokerto.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Blimbing, Bapak Slamet Riyadi. Dalam kesempatan tersebut, kegiatan Rebug Stunting menjadi ruang bersama untuk membahas kondisi stunting sekaligus meningkatkan perhatian terhadap upaya pencegahan dan penurunan kasus stunting di tingkat desa.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Sekcam Mandiraja, Bapak Teguh Winarso, S.Sos. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pematerian yang disampaikan oleh pihak KPM, Devi Kristiana.
Dalam pemateriannya, Devi menjelaskan bahwa stunting dapat terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan anak yang sering mengalami sakit dan diare, keterbatasan akses terhadap air bersih, serta rendahnya ketersediaan pangan. Stunting ditandai antara lain dengan tinggi badan anak yang tidak maksimal dan pertumbuhan yang tidak maksimal.
Pematerian juga membahas kondisi persebaran kasus stunting di Jawa yang masih menjadi perhatian. Pada tingkat Desa Blimbing, berdasarkan data per Juli, tercatat 22 kasus stunting. Dari 140 balita yang ditimbang, terdapat beberapa kondisi status gizi yang menjadi perhatian, di antaranya stunting dengan gizi baik sebanyak 16 anak, stunting gemuk sebanyak 3 anak, stunting dengan berat badan normal sebanyak 11 anak, serta berat badan kurang sebanyak 11 anak.
Selain kondisi balita, perhatian juga diberikan kepada kesehatan ibu hamil. Data yang disampaikan dalam kegiatan menunjukkan terdapat 14 ibu hamil yang telah diperiksa, dengan 3 di antaranya tercatat mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis).
Data tersebut menjadi salah satu bahan pembahasan dalam kegiatan Rebug Stunting untuk melihat kondisi kesehatan ibu dan anak di Desa Blimbing. Keterlibatan kader Posyandu, PKK, perangkat desa, dan pihak kecamatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam melakukan pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, upaya penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan Rebug Stunting menjadi salah satu ruang untuk menyatukan perhatian, membahas kondisi yang ada, serta mendorong langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan di Desa Blimbing.
Penulis: Tryas Kenanti Rahayu